Testimoni

Jarak jauh yang ditempuh mencerminkan kerinduan kita untuk mengenalNya. Waktu yang kita luangkan untuk belajar KS menunjukkan prioritas hati kita , kemacetan dijalan bukanlah halangan tetapi waktu luang untuk berdoa. Merasa tidak mampu tetapi tetap maju menunjukkan kita orang yang rendah hati dengan roh yang menyala. Dan pada akhirnya 3 tahun waktu kuliah untuk menunjukkan bahwa kita orang yang konsisten terhadap putusan yang kita pilih

1. Josep Tedjaindra ( Alumni KPKS, Angkatan I ) :
Saya murid KPKS angkatan I, dan saya merasakan bahwa pengetahuan serta pengajaran di KPKS sangat menolong saya, khususnya dalam membawa renungan dan menghayati ajaran Gereja.

2. Yurika Agustina ( Alumni KPKS, Angkatan I ) :
Saya mengikuti KPKS di usia 21 tahun, dan hari ini saya mampu mensyukuri bahwa KPKS telah memperkaya pengetahuan saya mengenai Kitab Suci dan Ajaran Gereja Katolik. Setiap Dosen adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk membawa  kita mengagumi inspirasi Roh Kudus dalam tulisan-tulisan Kitab Suci. Bila sekarang saya diberi predikat sebagai Pewarta, maka KPKS memiliki andil yang besar dalam membantu saya menyampaikan pewartaan yang menarik, memiliki isi dan sesuai dengan ajaran iman Katolik.

    
(video by David Yuwono, 2010)


3. Leny Indah Setiowati/Leny Muljo ( Alumni KPKS, Angkatan IV ) :
Sekarang sebagai Kepala Sekolah Evangelisasi Pribadi ( SEP / KEP ) Sangat berguna bagi saya belajar di KPKS, karena dapat menambah pengertian, pengalaman serta penghayatan yang mendalam akan Sabda Tuhan dan membekali saya sebagai pemberita "Kabar Baik"

4. Harry Karnadi ( Alumni KPKS, Angkatan VII ) :
KPKS St. Paulus adalah sarana yang disediakan Allah bagi saya, ketika Allah mau memakai saya untuk melayani Gereja, khususnya dalam pelayanan pewartaan Sabda Allah.

5. Yen - Yen ( Alumni KPKS, Angkatan 19 ) :
Di KPKS, saya bisa mengenal teman yang baru dengan berbagai karakter, sekaligus menambah pengetahuan, juga dapat mengalami pertumbuhan iman. Ternyata waktu 3 Tahun di KPKS sungguh tidak terasa, malahan memberi sukacita yang berlimpah.

6. Naomi Angela ( Alumni KPKS, Angkatan 20 ) :
Awalnya saya diajak teman untuk mengikuti KPKS, dan jujur awalnya saya agak ragu apakah saya mampu menyelesaikan pengajaran 3 tahun di KPKS tersebut. Ternyata setelah dijalani, saya merasa asyik juga, karena banyak pengetahuan baru tentang Kitab Suci yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui, dan tentunya ini semua membantu pertumbuhan iman rohani saya.

7. A. Nugroho ( Alumni KPKS, Angkatan 20 ) :
Tahun 2002, saya lulus SEP 15, dan teman-teman saya menyarankan untuk masuk KPKS. Awalnya saya ogah, karena takut menjadi ahli Taurat yang justru menyalibkan Yesus. Ternyata saya salah besar. Setelah di KPKS, saya diajari tentang menyalibkan diri sendiri dengan mewartakan Yesus, Sang Penyelamat Dunia.

8. Margaretha Xaverina ( Alumni KPKS, Angkatan 21 ) :
Saya senang bergabung di KPKS krn saya banyak mendapat pengetahuan baru tentang Kitab Suci yang tidak saya dapatkan dari kelas pendalaman Kitab Suci lainnya. Dan saya juga senang karena KPKS mengajar kami untuk menjadi pembaca yang tidak fanatik/fundamentalis.

9. Basuki ( Alumni KPKS, Angkatan 21 ) :
Setelah mengikuti KEP, saya mencoba mendaftar di KPKS, dan kesan saya sungguh sangat menyenangkan karena membuka wawasan lebih dalam dan lengkap tentang Kitab Suci. KPKS adalah Oasis Rohani yang akan melahirkan banyak imam-imam awam yang siap membantu pelayanan iman diosesan terhadap umat di paroki masing-masing.


No comments:

Post a Comment